TEMBILAHAN – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Dr H Indra Muchlis Adnan meminta kepada semua warga tetap kompak dan menjaga semangat kebersamaan. Momen Pemilu Kepala Daerah Bupati 2013 yang semakin dekat dinyatakannya tidak boleh membuat warga terpecah. Berbeda pandangan bukan berarti bermusuhan.
Pasalnya, proses tersebut merupakan hal yang lumrah bagi sebuah negara yang menganut faham demokrasi. Ajakan itu disampaikan pria yang suka mengendarai sepeda motor tersebut. Saat kunjungan kerja ke Kelurahan Khairiah Mandah, menghadiri pembukaan MTQ Inhil ke-43, awal pekan ini.
Siapapun figur yang terpilih sebagai Bupati Bumi Sri Gemilang. Selain harus bisa mengomandoi daerah untuk membangun. Juga mesti bisa melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan saat ini. “Kabupaten ini sedang berusaha mengejar ketertinggalan disemua lini. Jadi, gerak pembangunan harus terus dilanjutkan”tegas Bupati.
Dia juga meminta kepada pemimpin Negeri Seribu Jembatan kedepan tidak menciderai semangat warga yang sudah tumbuh saat ini dan tercermin dalam visi Inhil 2025. Sekarang warga, telah giat berpartisipasi dalam membangun. Karena itu, harus bisa menjaga suasana tersebut tetap berkembang.
Indra Muchlis Adnan juga meminta supaya warga di pedesaan tidak pernah dilupakan. Pasalnya, akar persoalan berada di sana. Mayoritas warga bermukim di desa. Manakala desa sudah berhasil dibangun. Membangun sektor lain bakal lebih mudah dilakukan.
“Siapapun yang terpilih nanti, tentu saja harus bisa membangun kampung halaman ini dengan baik. Kita semua ingin kampung kita ini maju dan berkembang”jelas Bupati. Bupati pun berpesan kepada warga turut berpartisipasi menyukseskan Pemilukada Inhil 2013. Warg menurutnya mesti menyalurkan suaranya, karena itu merupakan hak mereka sebagai warga Bumi Sri Gemilang.(dro/*1)



BERITA TERHANGAT
Pemkab Inhil Ikuti Sosialisasi Perpres Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan
Bupati Herman: Training Raya Nasional HMI Jadi Momentum Cetak Kader Futuristik
Ketua TP PKK ,TP Posyandu dan Dekranasda Kab.Inhil Hj.Katerina Susanti menghadiri Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan Tim Pembina Posyandu bersama Ketua TP PKK Pusat