5 Februari 2026

Riau Bermarwah

Mengulas Berita dengan Data Akurat

Penyelesaian Dua Bangunan Pasar Rakyat Terbengkalai

Bagikan..

Tembilahan (www.detikriau.org) – Hingga hari ini, penyelesaian dua bangunan pasar, pasar Guntung Kecamatan Kateman dan Pasar Pagi Kecamatan Tembilahan masih terkatung-katung. Tidak jelasnya kelanjutan penyelesaian kedua pasar yang dibangun dengan dana milyaran rupiah ini telah banyak menuai kritikan masyarakat.

Bangunan megah pasar Guntung Kecamatan Kateman yang dibangun melalui anggaran tahun jamak, APBD Inhil 2006-2009 senilai Rp 13 Milyar lebih hingga hari ini masih belum juga difungsikan sebagaimana peruntukannya. Kondisi ini terus menimbulkan keprihatinan dan Tanya Tanya sebahagian besar masyarakat. Kini kondisi bangunan hari semakin tidak terawat dan hampir diseluruh bagian sudah mengalami kerusakan yang cukup berat.

“Yang kita nantikan tentunya perhaitan serius dan segera dari pihak pemerintah Kecamatan untuk diteruskan ke Kabupaten. Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin bangunan tersebut nantinya tidak lagi dapat difungsikan,”Nilai seorang warga setempat, Jailani Zen.

Hampir diseluruh bagian bangunan pasar tersebut saat ini sudah cukup banyak mengalami kerusakan bahkan pada dinding sisi luar terlihat mengalami keretakan yang cukup parah. Menurut Jai, berfungsinya pasar megah ini tentunya menjadi impian sebahagian besar masyarakat apalagi kini jumlah pedagang terus bertambah.

Senada, tokoh masyarakat Kateman lainnya, Baharuddin juga menyampaikan harapan agar kondisi ini sesegera mungkin mendapatkan perhatian serius dari pihak pemerintah. Apapun kondisinya, dirinya menyarankan agar bangunan pasar ini segera difungsikan.

“ini menurut saya yang terbaik. Jika tidak segera ditempati pedagang, kondisi bangunan saya nilai akan semakin tidak terawat,” Saran Baharuddin

Akibat tidak berfungsi, kini dilokasi bangunan pasar tersebut sudah mulai menjadi tempat tinggal pemulung. Apalagi disaat malam hari, karena lokasi ini tanpa penerangan, menjadi tempat favorit anak-anak muda untuk memadu kasih.”Efeknya tentu tidak baik. Jika tidak juga bisa segera difungsikan, paling tidak ada upaya untuk melakukan pengamanan agar asset terbengkalai ini dapat diamankan agar tidak beralihfungsi menjadi tempat yang memberikan efek tidak baik bagi masyarakat,”ujarnya.

Camat Kateman, Yuliargo ketika dikomfirmasi belum lama ini mengaku tidak mengetahui secara persis duduk masalah terbengkalainya bangunan pasar ini. Diakuinya hingga hari ini bangunan pasar bertingkat itu belum ada serah terima dengan pihak Kecamatan.”Selesai atau belum pengerjaan bangunan itu sayapun tidak mengetahui. Coba komfirmasikan saja ke pihak Kabupaten yang tentunya lebih bertanggungjawab dalam hal ini,”Elak Yuliargo kala itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir, Rudiansyah ketika dikomfirmasi beebrapa waktu lalu  mengakui bahwa memang belum ada dilakukan serahterima dengan pihak kontraktor pelaksana dan masih dalam proses hokum.

“kita belum bisa mengambil langkah kebijakan terkait bangunan pasar ini. Jika nanti sudah selesai, kita akan upayakan untuk  segera difungsikan namun sebelumnya tentu masih diperlukan untuk melakukan perbaikan dibeberapa bagian bangunan yang kini sudah mulai rusak,” Jawab Mantan Kabag Ekonomi Setdakab Inhil ini.

Sementara itu bangunan pasar pagi Tembilahan, sejak mulai dibangun tahun 2011 yang lalu melalui bantuan dana APBN sebesar Rp. 2,5 milyar, hingga berakhirnya batas waktu pengerjaan tidak dapat diselesaikan. Jumlah dana yang tidak bias terserap terpaksa dikebalikan lagi ke kas Pusat.

Tahun anggaran 2012, untuk melanjutkan pembangunan pasar ini, melalui dana APBD Inhil, digelontorkan tambahan dana sebesar Rp 500 juta rupiah namun lagi-lagi hingga batas waktu pengerjaan berakhir, bangunan pasar ini juga tidak dapat terselesaikan.

Untuk tahun anggaran murni 2013, menurut penjelasan Kadisperindag Inhil, Rudiansyah, Pemkab Inhil memang tidak menganggarkan tambahan dana disebabkan hingga akhir tahun 2012, pengerjaan masih berlanjut. Jadi tidak mungkin disaat pembangunan masih berjalan Pemkab kembali menganggarkan tambahan biaya.

“Aturanya demikian. Saat pembahasan APBD murni kemaren, proses pengerjaanya sedang berjalan. Jadi tidak mungkin untuk kita anggarkan kembali,” kata Rudiansyah kala itu

Masih menurut Rudiansyah, untuk melanjutkan Pembangunan pasar pagi Tembilahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan baru kembali anggarkan dana pada APBD-P 2013 sebesar Rp 800 juta.

Dana sebesar itu akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan beberapa bagian banguan pasar yang belum rampung, diantaranya bagian halaman, mushola dan lainnya yang dinilai masih perlu penambahan.

Namun pengerjaan bangunan pasar pagi ini diyakini kembali tidak akan mampu diselesaikan dalam tahun 2013 ini mengingat ketersediaan waktu yang cukup singkat.

Sebahagian besar masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang pasar pagi mengaku sudah tidak sabar untuk segera menempatinya. Karena sejak beberapa tahun dibangunya pasar itu, masyarakat mengaku kesulitan dalam menjalankan aktivitas jual beli dengan maksimal.

“Sudah cukup lama kami menunggunya. Kami hanya dapat berharap proses pembangunan pasar itu dapat selesai dan kami selaku pedagang yang dulunya berjualan bisa kembali dapat beraktivitas dengan normal,” harap salah seorang pedagang, ujang.(dro)