
Tembilahan (www.detikriau.org) — Meski kota Tembilahan masih tampak diselimuti kabut asap, hingga sore, senin (3/3/2014), Satelit NOAA 18 tidak mendeteksi satupun keberadaan titik panas (Hotspot) di kabupaten Inhil.
“Ahad (2/3) satelit NOAA 18 mendeteksi 15 Hotspot, tapi senennya (3/3) satelit tidak lagi menemukan satupun Hotspot,” Ujar Kepala BLH Inhil, H Encik kamal Syahindra melalui kabid Kerusakan Lingkungan, Ardy Yusuf, Selasa (4/3/2014)
Ditambahkan Ardy, pantauan keberadaan hotspot melalui satelit NOAA 18 memang setiap harinya dilakukan BLH Inhil, salah satu tujuannya adalah untuk mengantisipasi meluasnya area kebakaran hutan dan lahan. “Jika ditemui, kita segera koordinasikan dengan petugas dimana keberadaan titik panas. petugas yag memang sudah bersiaga akan segera mengambil tindakan untuk melakukan upaya pemadaman,” Terang Ardi
pantauan detikriau.org, selasa (4/3/2014) pagi, meski seninnya tidak lagi ditemukan hotspot, kota Tembilahan masih tampak diselimuti kabut asap bahkan sianr matahari pagi tidak dapat memancarkan sinarnya dengan baik karena terhalang cukup tebalnya kabut asap.(dro)



BERITA TERHANGAT
Polemik Penguasaan Lahan Oleh Perusahaan di Inhil, Pengawasan Camat dianggap Lemah
Argan Excl tumbang, Cakra Muda PPWI Inhil melaju ke putaran ke tiga di turnamen Volley Dandim 0314/inhil Cup VII
Wakil Bupati Inhil Yuliantini Resmi Tutup MTQ ke-20 Kecamatan Kempas Tahun 2025