Tembilahan (detikriau.org) – Selain mengamankan puluhan pelayan café yang tidak memiliki kartu identitas diri, razia pekat yang digelar pada Kamis (23/5/2014) malam juga mengamankan oknum Kepala Desa (Kades) disalah satu tempat karoke dan KTA Polres disebuah penginapan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Kantor (Kakan) Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP),TM Syaifullah kepada detikriau.org usai melaksanakan kegiatan razia pekat tersebut.
“Dari beberapa tempat itu terdapat lebih kurang 47 orang, laki-laki 8 orang dan sisanya perempuan. mereka yang terjaring rata-rata tidak memiliki kartu identitas kemudian juga disinyalir melakukankegiatan prostitusi ”. Ujarnya
Lanjut mantan sekretaris Dinas Perhubungan Inhil ini,” dalam investigasi juga ditemukan oknum Polres di Wisma 99 yang sempat kabur namun KTA-nya (Kartu Tanda Anggota. red) ada ditangan petugas. Selain itu juga didapatkan ada oknum Kades diruang karoke dengan pasangan yang bukan muhrimnya yang disinyalir juga melakukan kegiatan prostitusi. “Untuk kadesnya kita berikan peringatan dan diharuskan membuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” katanya
Sementara itu, ia juga menyebutkan bahwa dalam razia pekat yang melibatkan TNI, POLRI, SATPOM, SATPOL PP, serta instansi yang terkait seperti Badan Perizinan, Pariwisata, Dinsos serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini tidak ada menemukan transaksi minuman keras dalam skala besar yang bisa diproses melalui jalur hukum yang berlaku
“Untuk sementara ini kita belum melakukan obyek penyitaan minuman keras karena ada prosedur tertentu untuk penangkapan kegiatan penyalahgunaan izin mengelola minuman berkadar alkohol. Ada prosedur tertentu dan itu harus tertangkap tangan artinya harus ada transaksi dalam skala besar yang bisa kita tangkap”. Sebutnya
Kegiatan seperti ini. menurut TM Syaifullah akan diupayakan untuk dilakukan secara rutin dan diharapkan kegiatan ini juga didukung oleh semua pihak agar tidak terjadi kecolongan lagi. karena menurutnya ada beberapa Wisma yang diduga sudah mendapat bocoran informasi sehingga para pelaku yang diduga melakukan praktek prostitusi sempat melarikan diri
“sasaran yang didata tadi terutama mengenai penyakit masyarakat seperti prostitusi, judi, minuman keras dan hal ini akan diupayakan untuk dilakukan secara rutin. kita juga mengharapkan dukungan dari semua pihak agar kegiatan ini tidak sampai bocor sebelum dilaksankan”. Tandasnya (Ahmad Tarmizi)



Bagus…kalo bisa dirutinkan. Pak.satu Hal lagi..klo mau razia jgn pandang bulu..klo Bs para oknum yg nakal2 itu jika ktangkap …langsung PECAT jee….Pak bupati kita harus peka dgn masaalah oenyakit masyarakat yg satu Ini..Rmh tangga bisa hancur gara2 berdirinya tempat2 maksiat sprti Ini.DOSA Besar loh pakm…jika dibiarkan tempat2 Ini semakin menjamur didaerah kita.Moral sdh tak Ada lgm….IMAN-pun nampaknya udah kosong.
Penertiban Pekat dikota dinamai Kota Ibadah bagus haja.cuma klu diliat anjungan jangan sangit dulu ! Yang dirazia itu kelihatan nya kada malawan baru didatangi ! Yg dikira pacang baraung bapikir marazia kan ! ? Jangan disambat wadah yg kada wani didatangi supan kaina kau amunpun didatangi cuma action aja tak berani macam 2.napa kada anjungan bila razia sering bocor ! Apa yg ditangkap Cimpakul wan jangkrik kada maukang tu hai•••!
Perempuan yang ditangkap itu bagaimana kelanjutannya?
Saran : hidupkan kembali sungai dugil,
Jangan panas2 tahi hayam haja!
Pendataan, terus d bawa ke kantor, terus di lepas, sama aja dengan bohong!
Tutup habis pasar rakyat!!!