TEMBILAHAN (detikriau.org) –Antisipasi masuknya air laut yang kerap menggenangi ruas-ruas jalan dalam kota Tembilahan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membangun 7 pintu klep. Pembangunananya ditempatkan di titik-titik sumber masuknya air laut akibat pasang dalam musiman.
Dikatakan Bupati Inhil. HM Wardan, dampak kerap masuknya air laut hingga menggenangi ruas jalan dalam kota Tembilahan, daya tahan aspal menjadi menurun. Biasanya hanya beberapa bulan setelah dibangun, aspal akan mengelupas dan pecah.
“Saat ini kita sudah membangun 7 pintu klep di titik-titik masuknya air pasang,” ungkap Bupati saat neninjau pelaksanaan gerakan masyarakat (Gemar) jumat bersih, Jumat (7/11) pagi kemarin.
Konsep untuk membebaskan Tembilahan dari ancaman banjir pasang, kata Bupati bukan hal yang mustahil. Artinya, setiap keinginan tentu ada jalan apalagi demi kebaikan dan tujuan pembangunan.
“Kita jangan terpaku pada musim. Saya rasa tidak mustahil untuk membebaskan kota ini dari banjir pasang. Buktinya, baru 7 pintu klep yang dibangun sudah mampu menangkal masuknya air laut,”terang Bupati.(dro/*1)



BERITA TERHANGAT
Pemkab Inhil Ikuti Sosialisasi Perpres Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan
Bupati Herman: Training Raya Nasional HMI Jadi Momentum Cetak Kader Futuristik
Ketua TP PKK ,TP Posyandu dan Dekranasda Kab.Inhil Hj.Katerina Susanti menghadiri Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan Tim Pembina Posyandu bersama Ketua TP PKK Pusat