
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Anggota Msyarakat Peduli Inhil (MPI) Oyong Maldini mengaku sempat dicari preman karena sering mengadukan ke Komisi IV DPRD atas berbagai persoalan pendidikan di Inhil.
“Saya sempat dicari preman, tak tau juga siapa dalangnya, yang jelas menyangkut seringnya saya mengadukan ke dewan soal pendidikan,” sampaikannya saat menghadiri hearing Komisi IV DPRD Inhil bersama Dinas Pendidikan Inhil dan BKD Inhil di aula rapat Kantor DPRD Inhil jalan HR Soebrantas Tembilahan, Kamis (2/4/2015).
Oyong menjelaskan, dari persoalan pendidikan yang sempat dicari itu terkhusus menyangkut persoalan mutasi sejumlah guru dari desa ke kota yang baru-baru ini diputuskan Disdik bersama BKD Inhil.
Meski demikian, ia menyatakan tidak takut dan tetap memperjuangkan pendidikan di pedesaan yang dinilainnya masih sangat kurang mendapatkan perhatian. (mirwan)



BERITA TERHANGAT
Polemik Penguasaan Lahan Oleh Perusahaan di Inhil, Pengawasan Camat dianggap Lemah
Argan Excl tumbang, Cakra Muda PPWI Inhil melaju ke putaran ke tiga di turnamen Volley Dandim 0314/inhil Cup VII
Wakil Bupati Inhil Yuliantini Resmi Tutup MTQ ke-20 Kecamatan Kempas Tahun 2025