
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk meningkatkan kerjasama dengan para orang tua terutama dalam menangani kasus gizi buruk yang hingga kini masih ditemukan di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas ketika dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, Jum’at (15/4/2016).
Dikatakan Herwanissitas, saat ini di Indonesia secara umumnya persoalan kasus gizi buruk masih cukup tinggi, yang disebabkan oleh beberapa faktor.
“Jadi, penanganannya harus benar-benar serius,” tutur pria yang akrab disapa Sitas ini terkait dengan kasus gizi buruk yang menimpa M Rafi (4), bayi yang berasal dari Desa Teritip Kecamatan Kateman.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam penanganan kasus gizi buruk tersebut, lanjut Sitas, adalah dengan membangun kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dengan para orang tua.
“Kita juga meminta kepada Dinas Kesehatan (Diskes), untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang status gizi kepada masyarakat dan memberikan penanganan yang intensif pada penderita gizi buruk, sehingga ke depan tidak ada lagi ditemukan kasus serupa,” tambahnya.
Apalagi, kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, ketidaktahuan dan ketidakpahaman orang tua tentang asupan gizi yang baik bagi anak juga menjadi salah satu faktor munculnya kasus gizi buruk, serta ditambah lagi faktor-faktor lainnya, seperti adanya penyakit lain yang mengiringi dan faktor ekonomi keluarga yang sangat mempengaruhi.
“Kita harapkan, mudah-mudahan persoalan ini cepat ditanggapi, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” imbuhnya./Adi



BERITA TERHANGAT
Argan Excl tumbang, Cakra Muda PPWI Inhil melaju ke putaran ke tiga di turnamen Volley Dandim 0314/inhil Cup VII
Bupati Inhil Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Belantaraya
Paripurna Milad ke-60, DPRD Inhil Soroti Efisiensi Anggaran dan Inovasi Daerah