
Tembilahan, detikriau.org – Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK menjelaskan hingga saat ini penyebab kebakaran yang menghanguskan Pos Satpol Air di parit 19 Kelurahan Tembilahan Hilir Kecamatan Tembilahan masih dalam lidik.
Saat amukan jago merah membakar pos Satpol air yang berlokasi dipinggiran bantaran sungai Indragiri itu dijaga oleh tiga orang petugas piket yakni; Brigadir Dasandri, Brigadir HS Siregar dan Brigadir Fredi Ary.
“Luka bakar 2 (dua) orang PHL Sat Polair, saat ini telah mendapatkan perawatan di UGD RS Puri Husada Tembilahan,” Sampaikan Kapolres dalam press rilis melalui sambungan WA, selasa (20/12/2016) malam
Diterangkan, kronologis peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 18.45 Wib . Saat Brigadir Dashendri dan Brigadir Heri Siregar baru selesai melaksanakan sholat maghrib di mesjid sekitar kantor Sat Polair Parit 19, mereka melihat api sudah mulai membesar di bagian belakang kantor Pos Polair.
Selanjutnya Brigadir Dashendri dan Brigadir Heri Siregar langsung mengambil ember berisi air dan mencoba melakukan upaya pemadaman.
Saat melakukan pemadaman tersebut 2 orang PHL dari Sat Polair bernama Joni dan Putra mencoba menyelamatkan speed boat yang ditambatkan di kantor tersebut namun api semakin besar hingga membakar beberapa speed boat yang terparkir dikantor Sat Polair.
Akibatnya Joni dan Putra yang berusaha menyelamatkan Speedboat mengalami luka bakar.
Selanjutnya Brigadir Dashendri dan Brigadir Heri Siregar mencoba menghubungi rekan rekannya yang lain untuk membantu memadamkan api dan dua orang korban yang terluka segera dilarikan kerumah sakit Puri Husada untuk mendapatkan perawatan medis.
“Dugaan awal asal api berasal dari arus pendek listrik diruangan Pos Polair.” Akhir Kapolres./dro



BERITA TERHANGAT
Polemik Penguasaan Lahan Oleh Perusahaan di Inhil, Pengawasan Camat dianggap Lemah
Argan Excl tumbang, Cakra Muda PPWI Inhil melaju ke putaran ke tiga di turnamen Volley Dandim 0314/inhil Cup VII
Wakil Bupati Inhil Yuliantini Resmi Tutup MTQ ke-20 Kecamatan Kempas Tahun 2025