TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, H Alimuddin RM mengakui adanya dilema yang dirasakan pihaknya dalam menggesa pembangunan di Kabupaten Indragiri Hilir, terutama sekali pekerjaan proyek fisik Venue Futsal PON XVIII mendatang.
Pasalnya, jelas Sekda, disatu sisi Venue Futsal yang harus diselesaikan sebelum bulan September mendatang mengakibatkan rekanan pekerjaan harus memforsir semua lini pekerjaan, termasuk dalam memasukkan bahan-bahan bangunan yang sebagian besar memang di datangkan dari luar Inhil.
Di sisi lain, tanah Inhil yang sangat labil menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada infrastruktur jalan akibat angkutan yang jauh melebihi kapasitas jalan yang ada.
“Kita mendapat kepercayaan menggelar iven nasional, namun karena fasilitasnya belum ada dan harus dibangun dulu, sementara waktu yang tersedia sangat sedikit, sehingga pekerjaan harus diburu. Salah satu akibatnya adalah hancurnya jalan kita karena aktivitas truk yang mengangkut bahan-bahan untuk bangunan tersebut, “ kata Alimuddin, akhir pekan kemarin
Dengan posisi dilema seperti itu, Sekda meminta semua pihak untuk dapat menahan diri dalam artian yang luas, artinya, kepada rekanan yang mengerjakan pembangunan Venue Futsal dimintai tanggung jawabnya untuk memperbaiki sementara jalan-jalan yang kondisinya rusak parah.
“Kita harus mencari jalan tengah, bagaimana perhelatan yang membawa nama daerah ini bisa kita laksanakan dengan sukses, sementara itu masyarakat luas tidak terganggu betul dalam melakukan aktivitas. Untuk itu, kita minta pihak terkait untuk selalu mengawasi pekerjaan ini agar tidak terlalu membawa kerusakan pada jalan, artinya jika bisa jangan terlalu dipaksakan angkutannya, “ pinta Sekda.(fen)



BERITA TERHANGAT
Polemik Penguasaan Lahan Oleh Perusahaan di Inhil, Pengawasan Camat dianggap Lemah
Argan Excl tumbang, Cakra Muda PPWI Inhil melaju ke putaran ke tiga di turnamen Volley Dandim 0314/inhil Cup VII
Wakil Bupati Inhil Yuliantini Resmi Tutup MTQ ke-20 Kecamatan Kempas Tahun 2025