TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Pengurangan jatah Beras miskin (raskin) oleh pemerintah pusat, ternyata menimbulkan kekhawatiran di Pihak Kecamatan dan Desa, Khususnya Kabupaten Indragiri Hilir. Pihak Kecamatan dan Desa khawatir dengan adanya pengurangan ini akan menimbulkan gejolak terutama masyarakat yang tidak lagi mendapatkan jatah raskin tersebut.
“Kita tidak mengambil raskin lagi. Biasanya kita dijatahi 40 ton sekarang hanya tinggal separohnya. Kita khawatir nanti dalam penyaluran masyarakat tidak puas,” ujar Camat Batang Tuaka, Sutriadi kepada Wartawan.
Terkait permasalahan ini, Kabag Perekonomian Setdakab Inhil, Drs Sirajuddin menghimbau kepada Pihak Kecamatan dan Desa tidak perlu takut untuk mengambil jatah pembagian raskin tersebut dengan alasan timbulnya gejolak masyarakat. Menurutnya permasalahan tersebut hanya perlu disiasati dengan cara memberikan penjelasan serta mempublikasikan secara terbuka nama-nama warga penerima. Permasalahan menurutnya justru akan terjadi jika pembagian raskin tersebut benar-benar ditiadakan.
“Jangan takut. Yang penting berikan penjelasam kepada masyarakat terkait adanya pengurangan jatah Raskin serta publikasikan secara tranparan“ Ujar Sirajuddin.
Tidak ditebusnya jatah Raskin ini oleh pihak Kecamatan mulai menuai keluhan masyarakat. Mereka mengaku kini kesulitan memenuhi kebutuhan pakan keluarga.
“Saya tidak tahu kenapa saat ini tidak ada lagi raskin. Padahal selama ini kita sangat terbantu.” Ungkap warga Sialang Jaya, Marwiyah belum lama ini. (dro/2*)



BERITA TERHANGAT
Polemik Penguasaan Lahan Oleh Perusahaan di Inhil, Pengawasan Camat dianggap Lemah
Argan Excl tumbang, Cakra Muda PPWI Inhil melaju ke putaran ke tiga di turnamen Volley Dandim 0314/inhil Cup VII
Wakil Bupati Inhil Yuliantini Resmi Tutup MTQ ke-20 Kecamatan Kempas Tahun 2025