Tembilahan, detikriau.org – Rangkaian perayaan Gema Muharam 1440 H di Kabupaten Indragiri Hilir baru saja berlalu. Kesuksesan panitia sejak awal hingga pucak peringatan yang dipusatkan dilapangan upacara Gadjah Mada Tembilahan, kamis (20/9) patut diapresiasi. Namun sematang apapun persiapan, cela mungkin saja tidak seluruhnya terkesampingkan.
Sebagaimana keluhan sejumlah pelajar yang ikut hadir sebagai peserta.
Salah seorang siswi setingkat SMA di kota Tembilahan mengkritisi teknis kegiatan yang dirangkai dengan buka bersama itu. Ia mengaku kecewa tidak kebagian panganan dan terpaksa harus membeli diwarung terdekat untuk sekedar mengganjal perut setelah seharian berpuasa.
“Kecewa aja. Pembagiannya berdesakan, eh pas sudah giliran, ternyata bubur asuranya sudah habis. Nasib saya apes, mana perut udah laper,” Ujar remaja yang mengelak untuk sebutkan namanya ini sembari tersenyum kecut
Meski tidak seluruh panganan habis, sejenis kue berbahan beras pulut yang tersisa menurutnya tidak bisa ia konsumsi disebabkan penyakit magh yang ia derita.
Rekan pelajar putri lainnya menyampaikan, pembagian bubur asura tidak dilakukan secara serentak oleh masing-masing stand. Akibatnya, saat ada stand yang mulai membagikan, peserta yang ingin mendapatkan saling berdesakan.
Lucunya, menurut sekelompok remaja ini tidak satu dua mereka menyaksikan ada peserta yang sudah mendapatkan bubur asura berupaya mendapatkan kembali saat ada stand lainnya yang baru saja membagikan.
“artinya ada yang mendapatkan lebih dan tidak sedikit justru malah tidak kebagian” ujarnya dan juga di-iyakan beberapa rekan siswi lainnya.
“ini kami berlima cuman kebagian dua porsi bubur asura,” ucapnya sembari diiringi tawa kecil dan berlalu./Am



BERITA TERHANGAT
Polemik Penguasaan Lahan Oleh Perusahaan di Inhil, Pengawasan Camat dianggap Lemah
Argan Excl tumbang, Cakra Muda PPWI Inhil melaju ke putaran ke tiga di turnamen Volley Dandim 0314/inhil Cup VII
Wakil Bupati Inhil Yuliantini Resmi Tutup MTQ ke-20 Kecamatan Kempas Tahun 2025