TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Said Aniel Osman mengaku miris menyaksikan kondisi pengkaderan mahasiswa Inhil.
“Saya melihat mahasiswa tidak lagi menjadi macan kampus, wajar saja jika pelajar hari ini sudah tidak ada lagi responsif terkait persoalan bangsa. Bukan hanya itu, parahnya juga beberapa pelajar dan mahasiswa cenderung ikut terbawa untuk mengunakan narkoba atau pada pergaulan bebas yang tidak terarah pada tujuan membangun pada kepedulian sosial bangsa,” Kritik Anel yang disampaikan melalui detikriau.org, Senin (8/5/2017) kemarin.
Dengan situasi pengkaderan seperti ini lanjutnya, pembinaan karakteristik kepemimpinan diranah kemahasiswaan dan pelajar di wilayah Inhil akan mengancam generasi bangsa yang cenderung negatif. Sebab menurutnya, pengkaderan dalam pembinaan terhadap mahasiswa dan pelajar itu merupakan tolak ukur guna membangun kepemimpinan diwaktu mendatang.
Untuk itu, ia berharap kepada seluruh guru dan dosen serta petinggi kampus untuk tidak hanya diam. Namun berbuat untuk tetap eksisnya para calon-calon aktifis negeri.
“kepada adik-adik mahasiswa dan pelajar. Saya harap bangunlah, sadarlah bahwa dunia ini tidak hanya habis dimeja-meja warkop dan di depan teknologi saja. Tapi dunia ini luas, tidak habis sejauh mata memandang,” tuturnya./Mirwan



BERITA TERHANGAT
Polemik Penguasaan Lahan Oleh Perusahaan di Inhil, Pengawasan Camat dianggap Lemah
Argan Excl tumbang, Cakra Muda PPWI Inhil melaju ke putaran ke tiga di turnamen Volley Dandim 0314/inhil Cup VII
Wakil Bupati Inhil Yuliantini Resmi Tutup MTQ ke-20 Kecamatan Kempas Tahun 2025