TEMBILAHAN (detikriau.org) – Alat transportasi pompong penyebrangan dari kota Tembilahan ke Kampung Bertuah Seberang Tembilahan sering kali nyasar karena pekatnya asap di perairan Sungai Indragiri.
Menurut salah seorang pengemudi pompong, pekatnya kabut asap tersebut sangat mengganggu aktifitas penyebrangan. Meski belum pernah terjadi kecelakaan namun sering kali sampainya ke seberang salah arah.
“Seharusnya menuju ke pelabuhan pasar Tembilahan, tapi terkadang sampainya ke parit 11, terkadang juga bisa nyasar ke parit 15 Tembilahan. Begitu juga sebaliknya, seharusnya sampai dengan tepat di pelabuhan seberang, malah sering kita nyasar ke perusahaan minyak dan pernah juga tiba di pepohonan sana,” ungkapnya penambang pompon yang mengaku bernama Utoh kepada detikriau.org, Sabtu (26/9/2015).
Senada, pengemudi angkutan air bermesin diesel kecil lainnya, Ruslan juga membenarkan bahwa berapa waktu terakhir ini kepekatan asap di Inhil sudah sangat parah dan bisa mengancam keselamatan sejumlah transportasi baik darat, laut hingga udara.
“Yang kita takutkan ditabrak Speedboat, karena transportasi itu bisa melaju kencang,” ujarnya.
“Jika memandang berbahaya dan kita hentikan transportasi ini untuk sementara, pasti ada yang sanggup bayar mahal minta antar ke seberang,” tambahnya.
“Sebab masih banyak masyarakat yang berkepentingan dengan jasa yang kami tawarkan.”yakininya sembari tersenyum. (mirwan)



BERITA TERHANGAT
Polemik Penguasaan Lahan Oleh Perusahaan di Inhil, Pengawasan Camat dianggap Lemah
Argan Excl tumbang, Cakra Muda PPWI Inhil melaju ke putaran ke tiga di turnamen Volley Dandim 0314/inhil Cup VII
Wakil Bupati Inhil Yuliantini Resmi Tutup MTQ ke-20 Kecamatan Kempas Tahun 2025