5 Februari 2026

Riau Bermarwah

Mengulas Berita dengan Data Akurat

Pertikaian lahan PT Palma Satu dan Warga Desa pancur Telan 3 Korban Jiwa

Bagikan..
isak tangis keluarga korban security PT Palma di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang
isak tangis keluarga korban security PT Palma di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang

Tembilahan (www.detikriau.org) – Diduga akibat pertikain lahan antara PT Palma satu dengan masyarakat Desa pancur yang berkepanjangan kembali memakan korban jiwa. Kali ini tiga nyawa harus menjadi korban. 2 orang dari pihak security PT Palma Satu (warga Desa Pengalihan) dan 1 Korban warga Desa Pancur Kecamatan Keritang.

Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber yang dikumpulkan detikriau.org dilapangan. Pertikaian terjadi sebanyak 2 kali pada sabtu (6/4). Peristiwa pertama terjadi sekira pukul 12.05 Wib. Dalam kejadian ini, 2 orang security PT Palma satu berinisial AL dan AR. Warga Desa Pengalihan Kecamatan Keritang harus kehilangan nyawa.

Buntut dari kejadian tersebut, sore harinya sekira pukul 06.15 Wib, puluhan massa mendatangi Desa Pancur, dalam peristiwa ini, 7 gubuk warga dan 1 orang warga berinisial Za warga Parit selamat 5 Desa pancur juga harus kehilangan nyawa.

Berdasarkan keterangan Saudara Korban security PT Palma Satu, AZ, ketika dikomfirmasi detikriau.org di rumah duka di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang, Ahad (7/4). Ia menduga Kejadian yang menewaskan saudara kandung dan saudara sepupunya itu sudah direncanakan.

Dikisahkannya, siang itu usai mengawasi alat berat perusahaan yang sedang melakukan pekerjaan dilahan, seperti biasanya, AL, AR dan 2 orang security PT Palma Satu lainnya bermaksud untuk kembali. Setibanya di Pos penjagaan di Parit Selamat Lima Desa Pancur, jembatan penghubung berbahan kayu sudah rusak dan tidak bisa dilalui.

Tidak berselang lama, masih menurut keterangan adik korban, tiba-tiba saja beberapa bilah tombak melesat dari arah semak-semak dan mengenai dua orang saudaranya dan dua orang security lainnya sempat menyelamatkan diri dan lari kearah hutan.

“begitu saudara saya rubuh terkena tombak. 4 unit kendaraan roda dua milik security juga dibakar kelompok penyerang dan juga mengenai jasad saudara saya,” Ujar AZ sambil mengatakan sebelumnya saat menuju lahan, jembatan kayu tersebut masih bagus.

Hanya saja ketika dipertanyakan detikriau.org darimana keterangan kesaksian ini didapatkannya, ia enggan memberikan jawaban.

Dalam kesempatan itu, AZ juga sempat menyatakan bahwa pertikaian sengketa lahan ini harus segera diselsaikan. Ia menyayangkan akibat peristiwa ini, saudaranya yang hanya berstatus sebagai karyawan perusahaan harus menjadi korban. “Pihak perusahaan harus bertanggungjawab dan Pemerintah harus segera menyikapi persoalan ini dengan segera,” Pintanya.

Penjelasan kronologis berbeda didapatkan detikriau.org dari seorang warga Desa pancur yang enggan mempublikasikan namanya.

Menurut keterangannya, siang itu, sabtu (6/4), seorang petani Desa pancur, AG melarang pekerja alat berat PT Palma Satu yang ingin menggali parit batas karena menurutnya lahan itu miliknya. Kemudian AG pulang kerumah di Parit Selamat lima desa pancur. Siang harinya, 4 orang security mendatangi kediamanan AG dan saat itulah terjadi pertengkaran dan berlanjut dengan pertikaian yang menyebabkan dua orang security PT Palma Satu meninggal dunia.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org masih belum mendapatkan keterangan resmi mengenai kronologis kejadian dari pihak kepolisian. Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, Sik,MSI yang sempat ditemui  di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang masih enggan memberikan komfirmasi. “nanti aja ya,” Ucap Kapolres singkat.(dro)