
TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Kondisi geografis yang berat, tidak hanya memerlukan pemimpin yang cerdas. Tetapi juga mengharuskan pemimpin Indragiri Hilir ke depan energik.
Pasalnya, masih banyak wilayah yang belum bisa dijangkau dengan perjalanan darat. Selain itu, ada juga wilayah yang bisa dilewati dengan transportasi darat, namun hanya sepeda motor.
Kondisi seperti itu, menurut Bupati, Dr H Indra Muchlis Adnan masih harus dihadapi oleh pemimpin Inhil periode setelah dirinya. Karena itulah, dalam beberapa kunjungan kerjanya. Orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang tersebut selalu menggunakan sepeda motor. Selain menguras stamina, juga sangat membutuhkan kesabaran.
“Jika hanya mengandalkan kendaraan roda empat. Akan sangat banyak warga kita yang tidak dapat dikunjungi. Oleh sebab itu, bagaiamanapun. Untuk memimpin Inhil, memang harus energik supaya dapat bertatap muka dengan warga”tukas Bupati.
Menggunakan sepeda motor dalam melakukan kunjungan kerja. Seperti yang sering dilakukan Indra Muchlis Adnan, dimaksudkannya supaya bisa merasakan apa yang dialami warga.
Bagaimana warga mengeluh karena jalan rusak. Juga dialami Bupati, karena dia memang lebih mengutamakan kendaraan roda dua dalam beberapa kunjungan kerja tersebut. “Masih banyak yang harus kita lakukan untuk memajukan kampung halaman ini”jelas pria bertubuh subur itu.
Dengan terjun langsung ke tengah warga. Interaksi yang timbul juga lebih intensif. Hal itu, menurut Indra Muchlis Adnan menghilangkan jarak antara pemimpin dengan warganya.
Dari kunjungan langsung itu pula, Bupati Inhil menyebut dia bisa menyerap semua persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Lantas setelah kembali ke Tembilahan, mencarikan solusi bersama dengan segenap stafnya.(dro/*1)



BERITA TERHANGAT
Pemkab Inhil Ikuti Sosialisasi Perpres Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan
Bupati Herman: Training Raya Nasional HMI Jadi Momentum Cetak Kader Futuristik
Ketua TP PKK ,TP Posyandu dan Dekranasda Kab.Inhil Hj.Katerina Susanti menghadiri Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan Tim Pembina Posyandu bersama Ketua TP PKK Pusat