
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menginstruksikan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dan lintas sektor, untuk secara bersama-sama membuat program yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) masing-masing, dalam upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan gizi buruk.
Pasalnya, lanjut orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini, untuk mencegah dan mengantisipasi semakin meningkatnya jumlah AKI, AKB dan gizi buruk tidak bisa hanya diserahkan kepada Dinas Kesehatan (Diskes) saja, tetapi harus bersama-sama dengan lintas sektor.
“Intinya, kita semua harus saling bersinergi,” kata Bupati Wardan.
Dijelaskan Bupati Wardan, contohnya saja dalam penanganan AKI dan AKB. Dimana, setiap proses persalinan dan kelahiran, haruslah didampingi tenaga kesehatan atau bidan dan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), seperti di Rumah Sakit dan Puskesmas.
Untuk itu, tenaga kesehatan di setiap wilayah harus disiplin serta sungguh-sungguh melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Jika ditemukan ada yang main-main dan tidak serius, maka saya instruksikan Diskes Inhil untuk memberikan sangsi tegas, sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku,” imbuhnya. (adi)



BERITA TERHANGAT
Pemkab Inhil Ikuti Sosialisasi Perpres Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan
Bupati Herman: Training Raya Nasional HMI Jadi Momentum Cetak Kader Futuristik
Ketua TP PKK ,TP Posyandu dan Dekranasda Kab.Inhil Hj.Katerina Susanti menghadiri Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan Tim Pembina Posyandu bersama Ketua TP PKK Pusat